Sabtu, 15 Mei 2010

A Walk To Remember: Even Angels Fall

Switchfoot - You [A Walk To Remember]

A Walk to Remember- Chasing Cars






Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, kerana kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.
Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita dapat mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk berupaya mengumpulkan pujian dan kritikan dan memilih mana yang benar dan mana yang salah.
Kita lahir dengan otak di dalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin mana pun kita, kita tetap kaya. Kerana tidak akan ada seorang pun yang dapat mencuri otak kita, fikiran kita dan idea kita. Dan apa yang anda fikirkan dalam otak anda jauh lebih berharga daripada emas dan perhiasan.
Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Kerana mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.
Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh di dalam diri kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.
Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemui cinta yang jauh lebih indah.

Sabtu, 08 Mei 2010




kau adalah yang aku tunggu
menjaga kamu adalah hal yang terindah yang aku miliki .,.,.,


Cinta berhembus di padang kehidupan
Membawa terbang kelopak-kelopak bunga yang gugur dari suatu tempat
Melayangkan dan memutar-mutarkannya di atas rerumputan hijau
Sebelum kemudian menghinggapkannya di hati yang kesepian

Cinta bersenandung di lembah kenangan
Menggemakan degup jantung harapan ke pelosok ruang
Ketika keemasan lembayung perlahan surut di pelataran langit
Malam menjadi penyesalan yang berbintangkan kerinduan

Aku kembali mendengar senandung cinta itu
Di bawah temaram bulan aku bisa melihat siluet tubuhnya
Asing dalam balutan gaun misteri yang selama ini menyembunyikannya

Aku kembali mendengar senandung cinta itu
Dalam desah nafas yang semakin dekat dan aku kenal
Aku berhasil membaca dan mengartikan kehadirannya

Rambutnya berkibar seirama angin
Cahaya matanya berdenyut seperti kelip bintang
Dan gemulai tangannya bergerak membelai udara dengan anggun

Ketika aku tertangkap pandangannya
Senyuman yang mengulum masa lalu mengembang dengan indah
Aku tahu saat itu dia mengucapkan “kemarilah”
Meski tak ada suara yang aku dengar dari bibirnya yang bergerak itu

Pelukannya terbuka bagai kelopak bunga mekar di pagi hari
Dan dengan penuh kerinduan aku pun berlari ke arahnya

Tak ingin lagi menunggu seperti dulu
Tak ingin lagi bertanya-tanya seperti dulu

Aku hanya ingin terlelap dalam pelukan cinta masa lalu
Yang aku temukan di saat ini


Cinta bersenandung di lembah kenangan
Dan hanya akan ada senandung itu yang bisa aku miliki
Aku tak akan pernah bisa memeluknya
Meski bayangannya tampak nyata tersenyum kepadaku